UJI SIAP TEMPUR TINGKAT KOMPI BATALYON KAVALERI 5/SERBU TAHUN 2010


I.          PENDAHULUAN

Tugas pokok kavaleri adalah melakukan pertempuran darat yang sangat mobile dan menentukan, terutama yang bersifat offensif serta sebagian besar dilakukan dengan berkendaraan. Untuk mewujudkan tugas pokok tersebut perlu dilakukan pembinaan yang terencana dan terarah serta pembenahan organisasi maupun pembinaan satuan melalui pelaksanaan latihan secara bertingkat dan berlanjut.

Batalyon Kavaleri 5/Serbu sebagai salah satuan tempur yang berada di bawah Komando Kodam II/Sriwijaya selaku kotama yang ada di jajaran TNI AD melaksanakan kegiatan serta program-program latihan sesuai dengan program kerja dan anggaran dari komando atas. Dalam pelaksanaan program kerja dan anggaran tahun 2010, Yonkav 5/Serbu melaksanakan kegiatan Uji Siap Tempur (UST) Tingkat Kompi yang merupakan puncak siklus dari program latihan standarisasi yang dilaksanakan sesuai dengan kalender latihan.

Upacara Pembukaan UST Tingkat Kompi

Upacara Pembukaan UST Tingkat Kompi

Pemeriksaan pasukan oleh Inspektur Upacara

Pemeriksaan pasukan oleh Inspektur Upacara

Penyematan tanda peserta latihan UST Tingkat Kompi

II.         KEGIATAN UST TINGKAT KOMPI YONKAV 5/SERBU

Rangkaian kegiatan latihan yang dimulai dari kegiatan latihan perorangan,latihan taktis tingkat regu, latihan taktis tingkat peleton yang telah disusun sesuai dengan program triwulan I sampai triwulan IV, dilakukan secara berjenjang sesuai dengan tingkat kecakapan dari masing-masing jabatan angggota. Adapun puncak kegiatan program di triwulan IV yang dilakukan oleh satuan Yonkav 5/Serbu adalah Pelaksanaan Kegiatan Uji Siap Tempurr Tingkat Kompi yang dilaksanakan mulai tanggal 18 hingga 20 November 2010 di sekitar wilayah asrama Yonkav 5/Serbu yang bertujuan untuk mengukur tingkat kesiapan satuan tempur setingkat kompi didalam melaksanakan suatu tugas pertempuran. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Pangdam II/Sriwijaya Mayjend Agus Gunaedi Pribadi yang bertempat di Lapangan Sapta Marga Yonkav 5/Serbu dan dihadiri oleh Kasdam II/Sriwijaya beserta pejabat teras dan distribusi A Kodam II/Sriwijaya. Dalam kegiatan upacara pembukaan tersebut juga dilaksanakan kegiatan pemeriksaan pasukan serta gelar pasukan dan perlengkapan guna mengecek kesiapan pelaksanaan kegiatan Uji Siap Tempur Tingkat Kompi. Di dalam amanat Pangdam II/Sriwijaya pada saat pembukaan disebutkan bahwa  tugas Kompi Kavaleri adalah melaksanakan pertempuran darat yang bersifat ofensif guna mendekati dan menghancurkan musuh dengan menggunakan daya gerak, daya tembak, daya kejut dan lindung lapis baja . Kemampuan tersebut akan dapat terwujud apabila setiap personel Kavaleri sesuai dengan peran dan fungsinya memiliki tingkat pengetahuan teknologi yang memadai serta memiliki kemahiran dalam mengawaki Alutsista yang diorganikkan di satuannya. Oleh karena itu kepada seluruh peserta latihan harus mampu memanfaatkan program Uji Siap Tempur ini sebagai sarana untuk mengasah olah keprajuritan guna pencapaian profesionalitas yang tinggi dilandasi dengan tingkat kemahiran teknik dan taktik dalam suatu dinamika operasi.
memahami karakteristik Alutsista yang diawaki baik secara teknologi, teknik dan prosedur penggunaannya, agar Alutsista tersebut benar-benar mampu digunakan untuk menyelesaikan tugas pokok secara optimal.dengan adanya keterbatasan segala sarana dan prasarana yang ada serta usia ranpur yang sudah tua tidak seharusnya dijadikan kendala utama dalam pelaksanaan kegiatan maupun realisme latihan melainkan dijadikan momentum maupun pengambilan langkah–langkah yang nyata bagi para unsur komandan bawahan untuk lebih inovatif, kreatif dan tidak mudah menyerah dengan kondisi yang ada saat ini. Begitu juga dengan anggota diharapkan dapat melaksanakan latihan dengan penuh semangat namun tidak mengabaikan faktor keselamatan. Kegiatan Uji Siap Tempur Tingkat Kompi Yonkav 5/Serbu melibatkan 3 peleton penyerbu, masing-masing peleton terdiri dari 4 kendaraan tempur. Tetapi pada pelaksanaan yang sebenarnya hanya 2 peleton yang didukung kendaraaan tempurnya termasuk pokkoki sedangkan 1 peleton lagi tidak menggunakan ranpur karena terbatasnya jumlah kendaraan tempur yang siap operasional. Hal ini bukan dikarenakan kurangnya perawatan ataupun pemeliharaan tetapi karena kondisi dan suku cadang yang sudah tidak ada maupun tidak diproduksi lagi oleh negara pembuat ranpur tersebut. Walaupun sudah diberikan rentan waktu yang cukup lama untuk meyiapkan ranpur-ranpur tersebut tetapi kendala-kendala dilapangan masih tetap ditemui seperti mesin susah distarter, karburator bocor, knalpot terbakar, dan rantai lepas. Uji coba ranpur pun sudah dilaksanakan satu minggu sebelum pelaksanaan latihan UST. Begitu juga dengan personil yang terlibat juga melaksanakan latihan drill kering dan drill komunikasi dalam rangka menunjang pelaksanaan kegiatan latihan UST kompi.  Pengecekan dan pemeliharaan pun dilaksanakan secara rutin dan maksimal dengan harapan pada saat pelaksanaan latihan UST nanti tidak ada kendala yang ditemui.

Adapun kendaraan tempur yang digunakan pada pelaksanaan UST ini adalah ranpur jenis tank AMX-13/APC. Tank AMX-13/APC ini adalah kendaraan tempur buatan Perancis tahun 1963. Kendaraan tempur ini memiliki berat 13 ton dan bisa mengangkut 1 regu penyerbu. Kendala yang ditemui pada saat latihan adalah kondisi ranpur yang sudah tua sehingga seringkali menghambat mekanisme latihan, serta alat komunikasi yang tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya sehingga untuk mengatasi hal itu, pada saat pelaksanaan untuk sarana komunikasi menggunakan HT dan PRC 77.

Kendaraan tempur yang digunakan dalam latihan UST Tingkat Kompi

Kegiatan UST kompi ini melibatkan 118 pelaku dan 23 orang pendukung/penyelenggara. Para pelaku tersebut dibagi menjadi 3 peleton dan pokkoki. 1 peleton terdiri dari pokkoton sebanyak 5 orang dan 3 regu penyerbu sebanyak 30 orang.

Kegiatan UST Tingkat Kompi  yang dilaksanakan oleh satuan Yonkav 5/Serbu tersebut diselenggarakan oleh Rindam II/Sriwijaya yang bertindak sekaligus sebagai penanggung jawab kegiatan latihan satuan di wilayah Kodam II/Sriwijaya. Dalam pelaksanaannya, kegiatan UST tersebut mencakup beberapa tahapan, yaitu dimulai dari tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan hingga pengakhiran. Tahapan-tahapan yang dilalui dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.         TAHAP PERENCANAAN

Tahap ini merupakan tahapan awal dari proses awal kegiatan yang akan dilaksanakan. Dalam tahap ini disusun rencana latihan secara terperinci mulai dari pembuatan naskah latihan, pembuatan rencana sementara, dan mengatur kegiatan awal termasuk pemilihan medan yang akan digunakan dalam kegiatan UST tingkat kompi. Pada saat membuat naskah latihan, rencana sementara dan rencana kegiatan awal diperlukan ketelitian dan perhitungan yang tepat agar kegiatan dapat terlaksana secara efektif dan efisien.

2. TAHAP PERSIAPAN.

Setelah tahap perencanaan maka dilanjutkan tahap persiapan yang meliputi :

a.    Persiapan personil

Sebelum pelaksanaan kegiatan latihan perlu diadakan pengorganisasian UST kompi agar para pelaku dapat mempersiapkan diri dan berkonsentrasi dalam mengikuti kegiatan latihan. Latihan yang dilaksanakan meliputi latihan tehnis, latihan taktis dan drill komunikasi. Para pelaku disamping berlatih juga dibekali dengan pengetahuan melalui kegiatan belajar seperti pengetahuan senjata, membuat peta jarak, disiplin tempur dan sebagainya. Unsur komandan melaksanakan latihan drill komunikasi dan penyampaian perintah operasi sedangkan anggota melaksanakan drill. Setiap pelaku dituntut profesional yakni memiliki kemampuan sesuai dengan jabatan yang dimiliki. Pelaku harus mengetahui tugas dan tanggung jawab sesuai dengan jabatan masing-masing. Pada waktu tertentu diisi juga dengan yel-yel dengan harapan moril dan semangat anggota tetap terjaga. Dengan demikian diharapkan pelaku selalu gembira dalam mengikuti setiap kegiatan latihan yang dilaksanakan sehingga mencapai hasil yang maksimal.

b.    Persiapan Materil

Selain persiapan personil, hal yang tidak boleh dilupakan adalah persiapan materil yang meliputi beberapa bagian seperti senjata, perlengkapan, BBM, dan kendaraan tempur. Tim pendukung memiliki peranan yang sangat penting dalam hal ini meliputi kimalat, tim har, tim kes, provoost dan lain-lain. Tiap bagian memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing yang harus dilakukan dengan baik guna kelancaran pelaksanaan kegiatan UST kompi. Contohnya kendaraan tempur yang akan digunakan untuk latihan harus memiliki kesiapan operasional yang baik. Hal ini perlu adanya perhatian dan tindakan yang riil dengan melaksanakan penyiapan secara maksimal serta pemeliharaan rutin. Sebelum digunakan pada saat pelaksanaan, ranpur-ranpur yang ada dilaksanakan uji coba untuk mengetahui kondisi kendaraan tempur tersebut. Pengecekan sistem aliran bahan bakar, sumber tenaga, sistem pelumasan, sistem pengapian,dan sistem pendinginan dilaksanakan rutin setiap hari. Pembersihan senjata, pembersihan ranpur, dan kolat disiapkan oleh kimalat.

3.         TAHAP PELAKSANAAN

Kegiatan diawali dengan penyampaian perintah operasi dari Danyon kepada Danki Tank dilanjutkan dengan langkah-langkah P3 yang dilaksanakan secara berurutan. Kegiatan dilaksanakan dari DP yang berada di Makoyon kemudian dilanjutkan pergeseran ranpur dan pasukan menuju ke GA. Setelah dari GA, serpas ranpur dan pasukan menuju ke JS dimana pada saat menuju ke JS tersebut di sepanjang perjalanan terdapat hambatan-hambatan yang harus dilalui mulai dari melewati perkampungan dilanjutkan dengan melewati sudut mati, hambatan jembatan, dan gangguan SLT dari musuh. Setelah dari JS kemudian ranpur dan pasukan menuju ke sasaran dan diakhiri dengan kegiatan konsolidasi.

Pemberian Perintah Operasi Serangan

Naik kendaraan persiapan melaksanakan serangan

Tim A melaksanakan pemeriksaan ranjau

Danru 1 menuntun kendaraan tempur melintasi lapangan ranjau

Kompi penyerbu melaksanakan serbuan ke sasaran

4.         TAHAP PENGAKHIRAN

Tahap ini merupakan bagian akhir dari pentahapan latihan dari kegiatan yang dilaksanakan dimana disusun laporan dari pelaksanaan kegiatan yang sudah dilaksanakan.

Peserta latihan UST Tingkat Kompi menerima kaji ulang dari pelatih

Kegiatan UST Tingkat Kompi Yonkav 5/Serbu Tahun 2010 ditutup oleh       Asops Kasdam II/Sriwijaya.  Dalam amanat Pangdam II Sriwijaya yang dibacakan oleh asops Kasdam II/Sriwijaya terdapat beberapa penekanan yang bertujuan untuk memperbaiki segala kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan UST Tingkat Kompi Yonkav 5/Serbu maupun masukan-masukan yang bersifat membangun demi kemajuan kegiatan latihan di masa yang akan datang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: