SEJARAH BATALYON KAVALERI 5/SERBU DAM II/SWJ


1. Latar Belakang Pembentukan.

Embrio Kavaleri Angkatan Darat mulai timbul selama perang kemerdekaan. Pertempuran di Surabaya pada bulan Nopember 1945 yang melibatkan beberapa pemuda Indonesia diantaranya pemuda Soebiantoro yang dikemudian hari menjabat sebagai Danpussenkav. Pada saat itu para pejuang telah menggunakan beberapa Ranpur Panser hasil rampasan dari Jepang, Belanda dan Inggris untuk melawan tentara Sekutu.

Kendaraan tempur hasil rampasan tersebut telah digunakan di beberapa daerah antara lain pada akhir Desember 1949 di Palembang dan awal tahun 1950 di Pulau Jawa dan Medan. Didorong oleh semangat, tekad dan cita-cita yang kuat untuk mempertahankan kemerdekaan, meskipun hanya menggunakan alat peralatan yang serba terbatas, para pemuda menggabungkan Ranpur hasil rampasan perang untuk membentuk organisasi satuan berlapis baja.

Kelahiran satuan Yonkav 5/Serbu sebagai salah satu bagian dari keluarga besar Kavaleri TNI AD yang telah memiliki peranan yang penting dalam mempertahankan kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan sampai saat sekarang. Keberadaan satuan Yonkav 5/Serbu di Palembang dan perkembangannya selalu seiring dengan perkembangan Kavaleri TNI AD yang dimulai dari penyerahan kendaraan tempur ex Belanda pada akhir tahun 1949 di Palembang. Pada tanggal 26 Juli 1950 di Bandung, Letkol KGPH Soerjo Soejarwo mengambil alih secara simbolis dari KNIL antara lain adalah ”Opleidings Centrum Der Pantser Troepen” dan empat eskuadron Vecthwagens yang berada di Bandung, Padalarang, Magelang dan Palembang dengan kendaraan lapis baja sisa perang dunia II. Pada masa itu telah diadakan pendidikan tersebar, diantaranya di eskadron Vecthwagens di Palembang. Hal tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembentukan Pasukan Berlapis Baja pada tanggal 9 Pebruari 1950 di Padalarang Bandung sesuai Surat Keputusan Kasad Nomor 5/SKAD/PNTP/50 tanggal 9 Pebruari 1950. Dengan dasar pengesahan tersebut maka pada tanggal 9 Pebruari 1950 merupakan hari Kelahiran satuan Berlapis Baja TT II sehingga tanggal 9 Pebruari merupakan hari jadi Yonkav 5/Serbu yang selalu diperingati setiap tahunnya.

Pembukaan Pendidikan di Eskadron Kavaleri TT II/Swd

Pembukaan Pendidikan di Eskadron Kavaleri TT II/Swd


2. Pemrakarsa.

Pada tahun 1950 Kepala Staf Angkatan Darat mengeluarkan Surat Keputusan Kasad Nomor 5/SKAD/PNTP/50 tanggal 9 Pebruari 1950 yang berisi tentang pembentukan satuan lapis baja. Dengan dasar pengesahan tersebut maka pada tanggal 9 Pebruari 1950 merupakan hari Kelahiran satuan Berlapis Baja TT II.

3. Proses Pembentukan.

a)           Pada Tahun 1949 Berdasarkan Surat Perintah Panglima TT II Sumsel telah dilaksanakan serah terima materiil Ex Belanda kepada Pemerintah Indonesia (TNI AD). Khusus materiil Kendaraan lapis baja berupa 25 unit Bren Carrier  yang ada di Palembang di organisasikan dalam bentuk Satuan Detasemen. Pada tanggal 10 Januari 1950 telah terealisasi detasemen lapis baja yang dipimpin oleh Lettu Rahman Nawawi Nrp 13816.

b)        Pada tanggal 9 Pebruari 1950 Berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor 5/KSAD/PNTP/50 dibentuk satuan berlapis baja, dengan dasar tersebut maka pada tanggal 9 Pebruari 1950 Detasemen yang berada di Palembang berubah nama menjadi Detasemen Bren Carrier Pasukan Berlapis Baja TT II.

c)        Pada Tahun 1954, telah ditetapkan perubahan-perubahan dari Pasukan Berlapis Baja menjadi Eskadron Kavaleri IV TT II

4. Kondisi Awal

a)        Eskadron Kavaleri IV TT II dengan susunan organisasi :

1)         Pokko SSK.

2)         2 Ton Panser.

3)         1 Ton Bren Carrier.

b)        Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TT I Nomor KPTS-520/7/1957 tanggal 27-07-1957 Eskadron Kavaleri IV PBB berubah menjadi Yonkav 5 dengan susunan organisasi :

1)         Mayon.

2)         Kima.

3)         3 Kiser.

c)        Pada Tahun 1963, Berdasarkan Surat Keputusan Pangdam IV/Sriwidjaja Nomor KPTS-438-2/6/1963 tanggal 10 Juni 1963 Nama Yonkav-5 Sriwidjaja ditambah nama “ Dwipangga Yudha Karya “

d)        Pada Tahun 1975 Yonkav 5/Sriwidjaja dirubah menjadi Yonkav 5/Intai Dam IV/Sriwidjaja dengan susunan organisasi

1)         Mayon

2)         Kima.

3)         3 Kiser ( 1 Kiser berada di Kenten Palembang)

e)        Pada Tahun 1983 Berdasarkan Surat Keputusan Pangdam II/Swj Nomor KPTS/85/XII/1983 tanggal 3 Desember 1983 nama Yonkav 5/Intai dirubah menjadi Yonkav-5/Serbu Dam II/Swj sesuai TOP ROK 80. Sampai dengan sekarang disesuaikan dengan perubahan Kodam IV ke Kodam II/Swj maka namanya menjadi Yonkav 5/Serbu Dam II/Swj.

foto udara Yonkav 5/Serbu

Foto Udara Yonkav 5/Serbu Di Awal Pembentukannya

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: